Caracter design dalam storyboard

Balik lagi nihh sama larvaaaa :3 hehe kali ini aku mau ngeshare info yang lam baru aja aku pelajarin oke pasti udah pada taukan mengenai storyboard

Da Dalam storyboard kita mengerti adanya character design bukan? Ya dongg
Character design dapat dibedakan menjadi dua yakni

1. Trait Vs Trait,yaitu dimana tujuan karakter dibedakan menjadi 2 yang saling seimbang dan cacat sehingga membuat karakter tersebut sulit mendapatkan yang dia inginkan

2. Double edge sword,yaitu apa yang dibuat karakter yang kita buat menjadi seorang pahlawan dan sekaligus merasakan menderita
Nahh itu tadi character designnya semoga nambah ilmu yaaa :) makasih udah dibaca

Posting by : Fitri

Proses produksi dalam Produk Multimedia berupa Film

Proses produksi dalam Produk Multimedia berupa Film

 

Proses Produksi dalam pembuatan film merupakan tahap-tahap Multimedia dimana ber isi teknik maupun cara-cara untuk membuat suatu Film.
Tahap-tahapnya dibagi menjadi 3 yaitu :

1. Pra-Production (Pre- production )
2. Proses Produksi (Production)
3. Purna Produksi (Post- Production)

Untuk penjelasan tiap-tiap tahap , mari kita simak yaitu sebagai berikut :

1. PRE PRODUCTION
Adalah proses penyiapan semua elemen yang terlibat dalam sebuah produksi (shooting) film/ video. Dari mulai pengaturan budget, pemilihan sutradara, aktor, cameramen, crew, lokasi, peralatan, kostum/wardrobe dll.

A. Ide & Pemilihan Konsep.
Adalah merupakan realisasi dari sebuah ide pemikiran dan gagasan yang bertujuan untuk menuangkannya kedalam media visual dan audio.

B. Story Line / Sinopsis.
Adalah ringkasan cerita/film, menjadi bentuk pemendekan dari sebuah film dengan tetap memperhatikan unsur-unsur cerminan film tersebut. membuat Sinopsis merupakan suatu cara yang efektif untuk menyajikan karangan film yang panjang dalam bentuk yang singkat.
Dalam sinopsis, keindahan gaya bahasa, ilustrasi, dan penjelasan-penjelasan dihilangkan, tetapi tetap mempertahankan isi dan gagasan umum pegarangnya.
Sinopsis biasanya dibatasi oleh jumlah halaman, misalnya satu atau dua halaman, seperlima atau sepersepuluh dari panjang film.

Langkah-langkah membuat sinopsis.
- Mencatat gagasan utama dengan menggaris bawahi gagasan – gagasan yang penting.
- Menulis ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan.
- Gunakan kalimat yang padat, efektif, dan menarik untuk merangkai jalan cerita.
- Dialog dan monolog tokoh cukup ditulis isi atau dicari garis besarnya saja.
- Sinopsis tidak boleh menyimpang dari jalan cerita dan isi dari keseluruhan film.

C. Script/Naskah Skenario.
Membuat rancangan audio visual treatment dan penulisan naskah secara rinci yang mengembangkan gagasan utama pada synopsis menjadi sebuah cerita yang menarik dan informatif. Diawali dengan penjelasan dan pengenalan tiap karakter dalam cerita secara menyeluruh.

D. Shot List & Storyboard.
Sebuah teknik shoting management. Disini dibuat daftar pengambilan gambar pada setiap adegan, dan divisualisasikan dalam bentuk sketsa gambar/storyboard jika diperlukan.

2. PRODUCTION
Adalah proses pelaksanaan produksi (shoting) yang mengacu pada persiapan yang dihasilkan dari proses PreProduction.

A. Directing/Penyutradaraan.
Sutradara/Director adalah orang yang memimpin pelaksanaan shoting dan bertugas mengatur bagaimana tim dalam pembuatan film seperti: aktor, cameramen, lighting, artistik, editor & special effect artist harus tampil sebagaimana mestinya dalam pembuatan sebuah film sesuai dengan script/naskah. Dan biasanya didamping oleh satu orang atau lebih asisten sutradara.

B. Penguasaan Kamera & Teknik Shoting.
Anggle
Adalah sudut pandang pengambilan gambar yang dapat dilihat dari viewfinder pada sebuah kamera film/video. Dimana pemilihan anggel sangat berperan penting dalam menciptakan unsur artistik dan pemahaman cerita dalam pengadeganan sesuai dengan script/naskah.

Lighting/Pencahayaan
Dalam sebuah proses pengambilan gambar diperlukan adanya aset pencahayaan yang memadai. Baik itu didapat dari sumber natural (sinar matahari) pada shoting exterior/luar ruang, ataupun melalui bantuan sinar lampu pada shoting interior/dalam ruang.

Komposisi
Merupakan teknik pengaturan posisi gambar, ukuran & kedalaman ruang, perspektif & mood adegan untuk menghasilkan citra sesuai dengan tuntutan script/naskah.

Log/Catatan Shoting
Diperlukan adanya log/catatan yang dibuat menjelaskan penandaan setiap gambar peradegan yang sudah selesai diambil, dilengkapi dengan keterangan koordinat waktu (timecode) pada kaset yang digunakan. Proses ini akan sangat membantu mempercepat proses pengeditan gambar.

3.POST PRODUCTION

Adalah proses penyelesain akhir (finishing) dari sebuah rangkaian produksi (shoting) yang meliputi mengeditan gambar, penambahan title, grafik, animasi & special effects, musik, sound effects, audio dubing, & output ke media video seperti: Betacam, DVCAM, MiniDV, & CD/DVD.

Video Standart : PAL,D1/DV
Frame Size : 720 X 576 (pixel)
Frame Rate : 25 fps
Pixel Aspect Ratio : D1/DV,PAL (4:3/1,067)
Audio : 48 kHz 16 Bit Stereo

Pembagian tahap Post Production

1. Offline :
- Capture
- Edit

2. Online :
- Compositing
- Motion Graphic
- Visual Effects
- Color Grading
- Music & Sound FX
- Titling
- 3D.

Sekian kata-kata dari saya jika ada salah kata , Maafkanlah.

 

Sumber : http://agustya-blog.blogspot.com/2012/12/proses-produksi-dalam-produk-multimedia.html

OLeh : Yuliana XI MM3

Tahap Produksi Animasi dan Faktor Kritis Pembuatan Animasi

Untuk memproduksi animasi dilakukan melalui 3 tahap yaitu:
A.    Tahap Pra Produksi
Tahap pra produksi merupakan tahapan dimana kita mempersiapkan segala hal yang kita butuhkan untuk memproduksi sebuah film.  Beberapa hal yang masuk dalam kategori ini adalah sebagai berikut:
1.      Cerita
   Sangatlah penting dan harus ada terlebih dahulu. Dengan mengetahui jalan cerita kita dapat mengetahui apa saja yang akan kita buat. Jadi tidak asal buat saja, karena jika asal buat saja akan banyak hal yang tidak terpakai dan membuat kurang efektifnya waktu.
2.      Script
Script merupakan naskah cerita yang akan diperankan oleh masing-masing tokoh. Dengan begitu, ilustrator sudah mulai bisa memvisualisasikan bentuk story board yang akan dibuat untuk masing-masingscenenya.
3.      Brain Storming
Sangat berguna untuk para ilustrator yang membuat concept art, perpaduan referensi gambar dan cerita digabung dan diotak atik sehingga membentuk sebuah konsep yang akan dikerjakan pada tahap concept art. Brain storming lebih ke pendekatan cerita dengan gambar referensi sehingga diperoleh gambar-gambar yang disebut konsep. Setelah itu diaplikasikan sehingga membentuk concept art.
4.      Concept Art
Concept Art berisi konsep untuk tiap-tiap element yang ada pada cerita, seperti bentuk karakter, bentuk tas, pakaian karakter dan sebagainya.
5.      Story Board
Story board berisi detail setiap scene mulai dari script, dialog, posisi kamera, gerakan kamera, durasi dan segala macam gerak-gerik yang ada dalam scene. Jika kita membuat tanpa story board ita akan kebingungan meletakkan kamera pada scene tertentu.
6.      Animatic Story Board
Dengan ini kita bisa mengetahui story board yang berjalan layaknya video stop motion. Sehingga animator mempunyai bayangan bagaimana menggerakan karakter agar sesuai dengan story board.
7.      Manajemen File
Dalam pembuatan sebuah animasi, kita memerlukan kerjasama tim. Oleh karena itu diperlukan standarisasi penamaan file, folder dan komponen lainnya untuk mempermudah koordinasi antar anggota.
B.     Tahapan Produksi
Tahap ini merupakan proses pengerjaan semua hal yang sudah dibuat saat pra produksi. Jika pra produksi kurang matang, maka proses produksi akan memakan waktu dan biaya yang jauh lebih banyak. Hal-hal yang termasuk dalam tahapan ini adalah:
1.      Modelling
Proses pembuatan model baik 3 dimensi maupun 2 dimensi, entah itu modeling karakter, environment, object, dan berbagai macam bentuk objek yang akan kita atur dalam dunia animasi.
2.       Texturing
Proses pemberian material dalam bentuk warna maupun gambar pada objek yang sudah dibuat melalui tahap modelling. Hal ini berguna untuk memberikan tampilan permukaan dari suatu objek agar dapat memberikan kesan, warna dan ciri khas sesuai dengan objek yang sebenarnya.
3.      Rigging
Rigging dilakukan untuk mempermudah menggerakkan objek.
4.      Animation
Proses penghidupan karakter maupun objek yang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga objek tidak hanya diam
5.      Rendering
Proses mengubah file-file mentah 3D pada software pengolah konten 3 dimensi menjadi sebuah format yang dapat dinikmati dengan mudah tanpa harus memiliki file produksi seperti video maupun gambar. Proses rendering memakan waktu yang cukup lama dibandingkan yang lain, tergantung tingkat kerumitan objek yang di render, selain itu
C.    Tahapan Paska Produksi
Merupakan proses penggabungan berbagai macam scene yang dihasilkan saat proses produksi. Proses yang terdapat dalam paska produksi yaitu sbb:
1)      Koreksi Warna
Hal ini dilakukan karena bagian-bagian dalam sebuah scene terkadang membutuhkan efek-efek khusus untuk menimbulkan suasana yang khas seperti romantis, horror dan sebagainya. Koreksi warna dapat memberikan efek suasan seperti itu, selain itu koreksi warna juga dapat meminimalisir perbedaan hasil render / video yang digabungkan. Sehingga seluruh properti yang ada dalam scene menyatu.
2)      Editing Video
Bertujuan untuk menggabungkan scene-scene hasil pengambilan gambar maupun hasil rendering dalam sebuah kesatuan urutan berdasarkan storyboard. Sehingga cerita yang sudah dibuat pada pra produksi dapat diceritakan dalam bentuk visual.
3)      Musik
Proses penambahan efek-efek yang menimbulkan kesan tersendiri pada sebuah film. Film horor yang paling kelihatan dalam hal efek suara. Film horror tanpa suara tidak ada yang menarik. Karena suara sangat mempengaruhi audience. Penambahan musik / sound effect dilakukan saat post production, yang kemudian digabungkan dengan videonya,
4)      Visual Effect
Proses penambahan efek-efek khusus pada sebuah animasi atau film. Seperti efek kilatan petir, tsunami dan masih banyak lagi efek-efek yang bisa ditambahkan.
5)      Promosi,
Proses pengenalan karya film atau animasi yang sudah kita buat. Ada banyak sekali media promo yang bisa kita gunakan.
 
Faktor Kritis
 
Faktor Kritis dalam pembuatan animasi yaitu:
1.      Manajemen Waktu
Apabila waktu terorganisir dengan baik, dikhawatirkan produksi animasi akan molor dari waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
2.      Detail Objek
Detail objek yang tidak sesuai dengan  kenyataan, akan membuat karakter/benda terlihat kaku dan tidak realistik
3.      Visual Effect
Visual effect yang dibuat berlebihan akan membuat animasi terlihat tidak menarik, sama halnya jika visual effect yang dibuat tidak pas (kurang).
4.      Ukuran File
Animasi yang disimpan dengan ukuran besar akan memakan tempat dan biaya yang lebih tinggi.
5.      Suara
Suara yang tidak sesuai dengan pergerakan bibir karakter akan membuat animasi semakin minus. Sebagai contoh, karakter A merupakan tipikal berbicara cepat. Tetapi dalam produksinya, bibir karakter A dibuat seperti orang yang berbicara lambat. Tentu saja hal ini tidak sinkron.
6.      Pra produksi
Apabila pra-produksi (persiapan produksi) tidak dilakukan dengan matang, maka pembuatan animasi akan mengalami banyak perombakan. Hal ini dapat mengakibatkan mubadzir terhadap waktu.
Oleh : Yuliana XI MM3

Syarat – syarat dalam pembuatan Storyboard

Prinsip Penulisan Storyboard
* Kreatif
    yaitu pesan visual/ ide yang disampaikanharus asli atau tidak meniru
* Komunikatif
   yaitu bahasa yang digunakan mudahditerima dengan baik dan lancar
* Efisien
    yaitu pesan yang disampaikanmempunyai keteraturan sehinggasesuai dengan apa yang diingikan
* Efektif

yaitu pesan yang disampaikan tepatdan lancar sesuai tujuan dansasaran yang ingin dicapai.

* Estetis
   Yaitu pesan atau gagasan yang disampaikanmemiliki unsur atau nilai keindahan.
Dengan lima prinsip tersebut diharapkanStoryboard yang dibuat memenuhikebutuhan apa yang ingin disampaikan danmemiliki daya tarik secara visualisasi.
Konsep dan Strategi serta Proses
Perancangan Grafis
Konsep 5 W + 1 H
yaitu :
‘What, Why, Who, Which, Where, How’

1.Pesan apa yang ingin disampaikan ?

2.Apa jenis dan cakupan ?
3.Apa keunggulannya dan bagaimanakonsep membawakannya ?
4.Kepada siapa pesan ini diperuntukkan ?
5.Bagaimana cara pendekatan denganaudience ?
6.Apa peluang dan target dari yang ingindicapai ?
7.Apa yang diperlukan untuk menggalipotensi audience ?
8.Kebiasaan, cara dan pola masyarakat?
9. Pendekatan komunikasi dan kreatif apayang tepat untuk itu ?
Strategi
yang diperlukan dalam upayaproses menyampaikan pesan secaraefektif dan efisien : Cara yang biasadipergunakan yaitu: 1.Merancang strategi komunikasi
2.Merancang strategi kreatif
Langkah-langkah dalam Proses
Perancangan
yaitu :
1. Pengumpulan Data
    , sebagai bahandasar untuk dianalisa. Data dapatberupa data tertulis (verbal), dan datagambar (visual), atau data             lainnyaseperti suara (audio), data teraba(bentuk 3 dimensi) dan aroma/ rasa.
2. Pengelompokkan atau Klasifikasi
 yaitu proses pemilahan, data dasardianalisa untuk dirumuskan.Hasil rumusan tersebut merupakan bahanpenyusunan :Konsep Umum, lebih ditekankan padakonsep komunikasinya.Konsep Kreatif, lebih ditekankan padakonsep kreatifnya.
3.  Implementasi Adalah perwujudan visual(visualisasi)

kreatif ke dalam mediayang telah dipilih berdasarkankesesuaian dengan visi, misi,maksud, tujuan, sasaran pesan agarefisien, efektif, komunikatif danmemiliki nilai keindahan.

Pada proses implementasi inidiperlukan strategi serta pemikiranproses produksi media dan penerapanpada media serta penyebarannya,serta pemasangan di lokasi yang tepat(strategis).
4.  PreTest
 Biasanya akan dilakukan pretest ( ujicoba sebelum storyboard yang ditulisdituangkan dalam bentuk visual danaudio.
Oleh : Yuliana XI MM3

Teknik dasar dalam pembuatan Storyboard

 Clip, cut, paste, trace, copy dan color adalah teknik dasar dalam pembuatan Storyboard. Orang dengan kemampuan seni lebih dapat melakukan ini lebih baik tetapi setiap orang harus mencobanya sendiri.
Pengertian Clip, Cut dan Paste dalam membuat Storyboard
* Clipping adalah proses paling efektif untuk memperoleh gambar-gambar yang menarik.
* Cut adalah memotong koleksi gambar yang dikumpulkan dari berbagai sumber.
* Paste adalah menyalin gambar-gambar yang menarik guna menggali ide-ide kreatif.
Clip, Cut dan Paste dalam membuat Storyboard
Dengan melakukan Clip, Cut atau paste kita bisa menemukan pola yang bisa saja muncul sebagai “sesuatu yang baru”. Bentangkan hasil clipping yang ada sehingga kita dapat mengambil dan memilih untuk memperoleh koleksi yang baik yang kita inginkan.
Kunci sukses dalam hal ini adalah kita melakukan proses asosiasi bebas untuk memandu kita memilih. Kemudian kelompokkan gambar dalam kategori atau subjek yang sama. Setalah kita memiliki gambar yang cocok dan kata-kata dibawah panel, lanjutkan ke panel berikutnya.
Perlu diingat kalai kita dapat memotong,menyalin dan menempel dengan menggnakan koleksi gambar yang dikumpulkan dari berbagai sumber dan membuat sebuah adegan yang membantu menerangkan cerita. Bentangkan Storyboard kita pada sebuah papan poster dan temple dengan selotip. Sekarang kita memiliki satu set Storyboard yang dapat digunakan untuk mengetahui cerita kita.
Gunakan kata “bagaimana jika…” dan bermainlah dengan clipping tersebut. Atur dan susun ulang mereka sampai sesuatu muncul di imajinasi kita. Jika masih memiliki keraguan tentang kekuatan teknik ini, cobalah dengan cara lain…
Oleh : Yuliana XI MM3

Teori dasar dalam pembuatan Cerita

Cerita adalah sebuah urutan yang dimulai dengan awal atau permulaan, pertengahan, hingga akhir yang tersusun menjadi suatu jalinan cerita.

Cerita terbagi menjadi dua kategori, yaitu : Fakta (fact) dan Fiksi (fiction)
Fakta yaitu cerita yang berhubungan dengan kejadian sebenarnya, atau cerita yang diambil dari kisah nyata, ditandai dengan catatan ‘Based on true Story’
Fiksi atau khayalan yaitu cerita yang berhubungan dengan kejadian yang dibangun atau bersifat ‘imajinasi. Diantara jenisnya yaitu ‘sci-fiction’ (imajinasi pengetahuan) dan ‘adventure fiction’ (imajinasi petualangan.
Membuat Ide Cerita
Bagaimana menemukan sebuah ide cerita ?
  • Mengumpulkan data, mencari informasi sebanyak mungkin mengenai latar belakang, situasi dan kondisi dari sebuah cerita.
  • Menyusun data, membuat kategori berdasarkan karakter dan situasi yang menghubungkannya,
  • Analisa, perhatikan karakter yang ada, apa yang akan dilakukan dan bagaimana karakter melakukan perannya dalam sebuah ide cerita.
  • Sintesa, mulai membangun ide baru dari informasi yang ada.

Menganalisa Sebuah Cerita

  • Objek, apakah cerita tersebut mengenai perorangan / kelompok atau sesuatu.
  • Kejadian, mengenai apa yang terjadi ?
  • Tempat, kapan kejadian itu terjadi, masa lalu, masa sekarang atau masa yang akan datang ?
  • Durasi, berapa lama cerita itu dibuat ?
  • Sasaran, apa isi cerita atau tema cerita ?
Menganalisa dengan cara lain yaitu, cara kedua :
  • Setting, yaitu mengenai latar belakang atau lokasi cerita tersebut.
  • Tema, konsep dasar cerita.
  • Plot/alur, spesifikasi dari scenario atau storyline.
  • Struktur, type yang digunakan untuk mengembangkan cerita.
  • Karakter, tokoh atau orang yang ada dalam cerita.
Struktur Cerita
Struktur cerita mencerminkan arah berkembangnya suatu adegan dan kejadian yang sedang terjadi dari sebuah cerita. Bentuk struktur cerita yang ada, diantaranya :
  • Struksur Linier, yaitu struktur yang berkembang secara berangkaian.
  • Struktur Paralel, membolehkan adanya beberapa kejadian yang sedang berlangsung dalam satu waktu.
  • Struktur zig zag, yaitu arah cerita berubah dengan munculnya karakter baru dan kejadian baru sementara karakter yang lama dan kejadian nya menghilang. Cerita ini bisa berlangsung beberapa lama hingga ada saatnya karakter lama muncul kembali.
  • Struktur lingkara. Dimana sebuah akhir cerita berakhir pada saat cerita dimulai atau sebaliknya. Awal dan akhir berada pada satu kejadian seolah membentuk lingkaran.
  • Struktur bintang, yaitu struktur yang sangat rumit dan kompleks dimana karakter melakukan banyak aksi dan berada pada berbagai situasi yang mengelilinginya.
  • Struktur template, arah cerita yang sudah jelas tergambar pada awal cerita. Sedikit demi sedikit diubah menjadi sesuatu baru.

Sumber : http://azwork.blogspot.com/2012/06/teori-dasar-dalam-pembuatan-cerita.html

OLeh : Yuliana Xi MM3

10 hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan cd interaktif

Dalam pembuatan cd interaktif ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar cd interaktif ini menjadi sempurna. berikut kriteria-kriteria yang menunjang kualitas cd interaktif :

1. Jalan disemua PC
cd interaktif yang baik dapat berjalan di PC windows ataupun OS mac bahkan linux. dan jika hanya berjalan pada OS windows, pastikan Semua jenis windows dapat menjalankannya secara baik! minimal bisa jalan di windows98,windows Me, Windows XP, windows 2003, windows NT, windows Vista, Windows7.

2. terlihat bagus pada resolusi monitor berapapun.
cd interaktif harus bisa berjalan pada resolusi monitor 4:3 ataupun wide screen 16:9 terutama jika cd interaktif berjalan pada mode fullscreen.

3. tidak berat!
cd interaktif harus running lancar pada PC dan tidak boleh nge lack! oleh karena itu pengalokasian memori sangat diperhatikan terutama cd interaktif yang terdapat banyak video didalamnya.

4. perpaduan warna desain dan warna teks yang sesuai
agar tampilan jelas dan tidak menggangu mata, cd interaktif harus dibuat dengan warna-warna yang baik dan pemilihan warna teks yang baik pula agar tulisan terbaca sempurna. pemilihan size dan jenis font juga sangat berpengaruh dalam hal ini.

5. tidak ada bugs
cd interaktif harus dipastikan tidak error pada navigasi dan halaman-halamannya. oleh karena itu perlu adanya tahapan quality control pada saat finishing.

6. volume musik dan suara yang sesuai
dalam hal ini suara atau musik yang terdapat pada cd interaktif harus benar-benar nyaman didengar, jangan sampai merusak telinga atau bahkan kekecilan sehingga tidak jelas terdengar

7. Plug and Play!
jelas sekali yang namanya cd interaktif harus plug and play, dalam artian ketika cd dimasukan, maka program multimedia ini secara otomatis langsung berjalan, dan tidak perlu di install terlebih dahulu!

8. layout, navigasi, menu, dan isi
penempatan-penempatan menu dan isi haruslah baik, jangan lupa memperhatikan safety area, dsb. karena user interface ini sangat berpengaruh untuk kemudahan user dalam menjalankan menu terutama untuk menu-menu yang hirarikal.

9. terproteksi!
pastikan cd interaktif anda aman dari pembajakan, sudah banyak cara memproteksi cd interaktif yang berada di internet seperti penggunaan password dan anti burning.

10. Kreatif!
cd interaktif harus berbeda dengan cd interaktif lainnya! karena apabila ada kesamaan, maka akan mengurangi nilai kreatifitas dalam cd interaktif tersebut.

Sumber : http://azwork.blogspot.com/2012/08/10-hal-yang-harus-diperhatikan-dalam.html

OLeh : Yuliana XI MM3

Storyboard and Character Design

Storyboarding

Membuat storyboard (storyboarding) telah terbukti sebagai salah satu cara paling efektif untuk merencanakan suatu video game. Ada banyak alasan untuk menggunakan storyboard di game. Berikut ini hanya beberapa di antaranya:

  • Storyboarding menghemat waktu dan uang.
  • Sroryboarding menolong untuk menunjukkan sequence-sequence yang sulit dijelaskan.
  • Storyboarding menolong untuk mengkomunikasikan konsep game kepada semua pihak yang terlibat dalam pengembangan.
  • Storyboarding menolong tim desain untuk menyelesaikan masalah-masalah game yang sulit.

Sebelum beranjak lebih jauh, ada baiknya kita membahas apa itu storyboard terlebih dahulu. Storyboard adalah serangkaian gambar slide yang digambar dengan tangan. Storyboard ini umum digunakan untuk pembuatan film dan merupakan elemen krusial dalam film. Sejalan dengan perkembangan teknologi, penggunaan storyboard meluas hingga ke pembuatan video game.

Tiap slide pada storyboard mewakili sebuah frame kunci pada suatu film atau animasi. Slide-slide ini bercerita secara visual. Slide-slide ini umumnya dipasang di meja atau dinding secara linear, mengelilingi ruangan atau berjejer berbaris-baris, sehingga cerita dasar tersebut bisa “terlihat” dengan mengamati gambar-gambar tersebut.

Membuat video game memakan banyak uang dan tenaga. Membuat model 3D untuk karakter dan world pada game sangat mahal. Cost bertambah tinggi dengan programming dan animasi. Mencoba membuat sebuah game tanpa rencana dapat berakibat pemborosan uang dan waktu. Storyboarding membantu tim desain untuk merencanakan produksi. Dengan memvisualisasikan game dalam format storyboard, tim desain dapat mengkomunikasikan kepada tim pengembangan visi dari game tersebut dan mengurangi risiko pemborosan tenaga.

Storyboarding adalah tahap yang sangat penting pada proyek pengembangan game modern saat ini. Meskipun kita sudah memiliki gambaran yang jelas di pikiran kita tentang plot game yang ingin dikembangkan, kita tetap harus menuliskannya dalam bentuk hardcopy agar dapat mengkomunikasikan ide kita dengan lebih baik kepada tim pengembang game, U.S Copyright Office (untuk game yang dikembangkan di Amerika Serikat), dan distributor-distributor potensial. Membuat storyboard untuk keseluruhan game memang dapat menyita banyak waktu, namun jika kita melakukan langkah-langkah yang tepat proses tersebut dirasa tidak akan terlalu sulit.

Menurut sumber eHow.com, ada beberapa langkah yang dapat diikuti dalam membuat storyboard.

Langkah 1.

Buat gambar dengan pensil dan kertas terlebih dahulu, baru nanti hasilnya dipindahkan ke komputer. Tahap awal membuat storyboard banyak membutuhkan sketsa kasar yang nantinya akan diperbaiki sejalan dengan pengembangan plot. Meskipun proses design akan dilakukan dengan komputer nantinya, namun sketsa awal yang digambar dengan tangan lebih cepat dilakukan sehingga cara ini dianggap cara paling cepat untuk mendapatkan ide awal. Pada proses yang terjadi di balik layar Blizzard Entertainment, penghasil Diablo, Starcraft, dan Warcraft, juga menerapkan cara sketsa konsep ini di awal (lihat Resources).

Langkah 2.

Mulai dengan design karakter. Meskipun banyak developer pemula yang berfokus pada cerita di game secara keseluruhan, tapi sebuah storyboard lebih dari sekadar plot. The International Academy of Design and Technology di Seattle menjelaskan bahwa “pembuat storyboard mendesain sketsa karakter” di samping juga membuat plot keseluruhan. Sketsa karakter mendetail akan menolong kita membuat detail visual yang lebih besar berkaitan dengan pembuatan plot.

Langkah 3.

Buat sketsa action frames untuk semua plot penting. Action-action yang menawan secara visual harus dibuat sketsanya, sedangkan dialog yang sifatnya tambahan atau action yang kurang intense cukup dijelaskan dengan catatan sidebar . Sebuah contoh yang bagus tentang action frame dengan catatan sidebar dapat ditemukan di FineGameDesign.com’s “Game Script and Storyboard Creation”(lihat Resources). Pastikan plot game yang utuh telah dibuat storyboardnya baik secara visual maupun melalui sidebar teks sebelum beranjak menuju pengembangan effect dan game design yang sebenarnya.

Langkah 4.

Gunakan catatan sidebar yang dijelaskan di Langkah 3 untuk menjelaskan angle kamera virtual, special sound effects dan hal-hal nonvisual lainnya.

Langkah 5.

Buat desain kasar tentang karakter-karakter kunci dan scene-scene pada game dengan program pengolah grafis untuk mendukung action frame yang telah digambar tangan.

Hal yang perlu diperhatikan pada saat membuat storyboard adalah tetap membuka kemungkinan akan adanya perubahan pada storyboard karena perubahan mungkin akan diperlukan selama proses pengembangan. Perubahan-perubahan ini dapat berkaitan dengan game view (top view, side view, isometric view), gameplay, karakter game, level, rintangan, animasi game dan sebagainya. Jika storyboard kita kaku, kita akan dibatasi oleh ide yang telah ditulis, sehingga tidak dapat menghasilkan game yang bagus.

Ada banyak tool di pasaran yang bisa digunakan untuk membantu pembuatan storyboard. Pertama, ada kertas fisik paper-taped-to-the-wall, yang baik digunakan untuk tim yang berlokasi terpusat di satu tempat. Namun demikian, saat ini tim pengembang game tidak hanya  membuat proyek dari satu tempat saja. Mereka bisa bekerjasama dengan tim lain yang berbeda negara bahkan benua. Perbedaan lokasi geografis ini menimbulkan tantangan dalam komunikasi, sehingga peralatan elektronik dibutuhkan untuk membantu memperbaiki storyboard yang telah dibuat sebelumnya. Di antaranya ada tool slide-show seperti Open Office Impress, dan tool untuk script/screenplay yang dapat mengcapture storyboard seperti Celtx.

Selain program di atas, banyak pula program yang didesain khusus untuk membuat storyboard, di antaranya Storyboard Tools. Program ini adalah tool untuk mengoraganisasi storyboard. Dengan tool ini, gambar-gambar dari berbagai sumber dapat dikumpulkan dan digunakan untuk membangun keseluruhan storyboard di layar computer yang nantinya bisa dicetak dalam bentuk yang cukup portable untuk dibawa-bawa. Storyboard Tools menyimpan teks bersamaan dengan gambar-gambar.

Sebagai tambahan, sebuah web page dapat digenerate dari project hanya dengan sekali klik. Storyboard Tools juga dilengkapi dengan drawing toolnya tersendiri dengan fitur yang dikhususkan untuk storyboarding. Sebuah program “visualiser” memungkinkan Anda untuk melihat image dalam sequence dan bermain-main dengan sejumlah efek dalam editing seperti fade dan dissolve.

Tips Character Design

Ketika diminta menyebutkan 3 saran tentang bagaimana menciptakan karakter game yang baik, designer game sekaligus presiden Shiny Entertainment David Perry yang telah menelurkan banyak karakter game yang sukses di pasaran misalnya Earthworm Jim, Wild 9, Messiah, Sacrifice, dan The Matrix menyebutkan sebagai berikut:

  1. Humor adalah elemen yang sangat penting dari entertainment. Jadi jika Anda bisa membuat karakter tersebut menghibur,  jalan ke depan akan lancar. Selain itu, adanya kemampuan spesial suatu karakter juga bagus. Di samping itu, menambahkan hal-hal yang lucu bisa meningkatkan kualitas karakter.
  1. Karakter yang bagus adalah karakter yang memiliki siluet yang unik. Jika Anda dapat mengenali sebuah karakter hanya dari outlinenya, maka Anda telah membuat sesuatu yang “berbeda”.
  1. Senjata-senjata baru yang menarik juga sangat penting, karena tidak ada yang lebih buruk daripada memainkan game yang karakternya hanya memiliki satu senjata yang membosankan sepanjang game.

Tips 3D Character
1. Desain Karakter

Sebelum mengeksekusi karakter ke bentuk 3D, perlu dipertimbangkan dulu bentuk desain karakternya. Jangan sampai nanti kesulitan dalam menggerakkan dan menghidupkan karakter tersebut. Misalnya bentuk telapak kaki yang lebih panjang dari kakinya akan kesulitan dalam berjalan, badan yang terlalu gemuk akan menyulitkan dalam bergerak. Ada baiknya kita menghitung dan mengira-ngira lewat sketsa. Apakah karakter kita nanti akan available dan fleksibel dengan pose-pose yang manis?

2. Membuat sketsa untuk referensi

Ketika kita sudah yakin dan mantap dengan desain karakternya, saatnya membuat sketsa untuk skala dan proporsi dari berbagai angle. Minimal tampak depan dan tampak samping, agar karakter kita nanti tetap terjaga dan sesuai dengan rancangan. Kalau perlu membuat mock-upnya dari lilin atau tanah liat. Untuk model yang realistis cukup menggunakan foto.

3. Mengeksekusi model

Dengan software 3D favorit kita, mulailah mempersiapkan teknik dan alat sesuai kebutuhan rancangan. Ada baiknya menengok dulu, seperti apa design model kita. Ini berkaitan dengan teknik apa yang akan kita pakai. Misalnya karakter kita agak kaku dan berbidang-bidang dengan lekukan-lekukan yang keras, saya sarankan menggunakan teknik polygonal. Ketika modelnya rapi, simetris dan halus, saya sarankan menggunakan NURBS (Non Uniform Rational B-Spline), Atau model yang bertekstur kompleks, gunakan teknik sculpting…atau gabungan dari beberapa teknik tersebut. Setiap software 3D mempunyai istilah yang berbeda-beda untuk deskripsi di atas, tetapi punya prinsip yang hampir sama.

4. Anatomi otot

Untuk memudahkan animasi dan agar model kita bisa elastis dan plastis, gunakan logika-logika otot dan urat tubuh. Dengan alur otot yang rapi, gerakan-gerakan animasi tidak akan menghancurkan/mendistorsi bentuk model. Pastikan juga untuk sendi-sendi mempunyai jumlah polygon yang cukup agar ketika sendi ditekuk tidak terlihat patah.

5. Boning/Skinning

Setelah model selesai dibuat, agar bisa bergerak kita harus menempelnya ke tulang(bone). Di Maya misalnya, ada teknik Smooth Bind dan Rigid Bind. Smooth bind adalah teknik menempelkan tulang dengan vertex (titik2 persinggungan dalam polygon). Binding/skinning dengan cara ini menghasilkan gerakan otot yang halus karena kita bisa customize per vertex. Kita bisa edit vertex yang tidak mengikuti tulang atau membuat vertex agar tidak mengikuti tulang dengan tool vertex paint.
Rigid bind adalah menempelkan tulang dengan organ tubuh dalam jarak tertentu. Rigid bind ini menggunakan metode limit. Misalnya dalam limit radius 5 cm dari tulang organ tersebut terkena efeknya (menempel). Teknik ini lebih ringan di animasi, tetapi haya cocok untuk object yang silindris. Teknik ini banyak dipakai di pembuatan game karena ringannya.

6. Character Setup

Setup di sini adalah kesiapan untuk animasi. Setelah boning selesai, kita bisa mempersiapkan kebiasaan-kebiasaan serta kemampuan dari karakter kita. Misalnya untuk melirik, berkedip, memegang (telapak tangan), menunjuk, berbicara, (dengan blendshape di maya, morph di C4D), dsb. Kita bisa juga mempersiapkan constraints dan limit untuk karakter tersebut. Misalnya agar dengkul tidak menekuk terbalik, harus diberi limit rotasi. Agar mata memandang ke arah yang diinginkan, buatlah locator (benda bantuan untuk guide) dan di beri “aim constraint”. dst.

Setelah selesai dengan kebiasaan(behaviour) karakter kita tersebut, saatnya memberi handle untuk menggerakkan (jika memakai inverse kinematik). Ibarat wayang kulit yang diberi tangkai di ujung /telapak tangan untuk menggerakkan tangan.

Selesai untuk set-up karakter animasi 3D. Langkah selanjutnya adalah animasi dan rendering, yang untuk membahasnya dibutuhkan sesi khusus dan lumayan panjang.

Berikut adalah 10 tips yang bisa digunakan dalam pembuatan karakter untuk game:

1. Riset dan Evaluasi

Banyak karakter yang kurang menarik di game-game yang telah ada. Banyak pula karakter yang sangat terkenal dan bahkan menjadi idola banyak gamer. Akan sangat bermanfaat apabila kita melihat hal-hal tersebut dan menjadikannya pelajaran saat kita akan membuat karakter.

2. Desain dan Rencana

Rencanakan baik-baik karakter yang akan dibuat

3. Untuk Siapa Karakter Dibuat?

Karakter yang dibuat dalam game anak-anak tentu sangat berbeda dengan karakter untuk game orang dewasa. Oleh karena itu, perlu diperhitungkan siapa yang akan memainkan game kita saat membuat karakter.

  1. Berikan Keunikan Visual Tersendiri

Karakter apapun yang akan dibuat, baik itu robot, monyet, ataupun sebuah kaktus, besar kemungkinan bahwa di luar sana telah ada karakter dengan karakteristik yang sama. Oleh karena itu, untuk dapat menarik perhatian, karakter yang akan dibuat hendaknya memiliki ciri khas tersendiri.

4. Kualitas Garis Pinggir atau Stroke

Stroke yang akan dibuat pada karakter kita haruslah dipikirkan matang-matang. Stroke yang tebal, bulat, dan lembut sangat cocok untuk karakter yang lucu dan imut. Sementara garis-garis yang tajam, seperti sketsa, cocok untuk karakter-karakter jahat.

5. Exaggeration!

Buatlah karakteristik karakter yang akan dibuat seheboh mungkin!

6.Pilih Warna yang Tepat

Warna-warna gelap cocok untuk karakter jahat atau serius. Sementara warna terang digunakan untuk karakter-karakter baik.

7. Tambahkan Aksesoris

Agar lebih menarik!

8. Tambahkan Dimensi Ketiga

Walaupun game yang akan dibuat adalah 2 dimensi, kita tidak boleh melupakan dimensi ketiga. Buatlah karakter sedemikian rupa sehingga memiliki karakteristik 3 dimensi (walau hanya ilusi), misalkan dengan memainkan gradient warna agar height nya terlihat berbeda.

9. Tambahkan “Personality”

Karakter dengan desain yang baik memang bagus, tapi apabila sebuah karakter memiliki personality, hal itu akan sangat membuat karakter yang luar biasa!

Sumber :

eHow.com. “How to Design a Game Storyboard”. http://www.ehow.com/how_5184299_design-game-storyboard.html.

grafistv.com. Tips 3D character. http://grafistv.com/site/index.php?option=com_kunena&Itemid=196&func=view&catid=15&id=517

Oleh  : Yuliana XI MM3