macam-macam lampu

Lampu tidak dapat berdiri sendiri dalam tata cahaya, melainkan wajib hukumnya untuk berpadu dengan listrik, kabel sebagai penghantar listrik, holder sebagai rumah lampu, dan dimmer sebagai pengontrol lampu.

Secara umum, terdapat tiga macam lampu, yaitu

lampu cahaya umum: jenis-jenis lampu biasa, lampu kerja, dan lampu “flood”

lampu cahaya khusus: jenis-jenis lampu spot, seperti “ellipsoidal”, “lekolites”, “spherical”, dan “mirror”

lampu cahaya campuran: jenis-jenis lampu strip, seperti lampi border, lampu kaki, lampu “backing”, lampu siklorama

 

Tiga macam lampu itu memiliki sifatnya masing-masing. Lampu cahaya memiliki sifat cahaya yang memencar, disebabkan oleh cahaya yang keluar dari lampu hanya dipantulkan  melalui reflektor menembus cahaya pada kaca lampu. Sedangkan pada jenis lampu khusus, cahaya yang keluar dari lampu setelah dipantulkan melalui reflektor kemudian dibiaskan melalui lensa. Pembiasan melalui lensa tersebut menyebabkan sorotan cahayanya terpadu dan keluar dengan tajam. Pada lampu campuran sifatnya seperti lampu umum, hanya setelah cahaya terpantul melalui reflektor kemudian dibiaskan melalui kaca lampu yang berwarna-warni, satu lampu satu warna, biasanya merah, hijau, putih atau amber.

Beberapa jenis-jenis lampu secara khusus dijelaskan di bawah ini.

lampu cahaya umum

lampu cahaya campuran (strip)

lampu cahaya khusus(fresnellites)

lampu cahaya khusus (lekolites) (lihat lampiran 1)

 

Tipe-tipe lampu menurut petunjuk ukurannya, terapat tiga tipoe lensa yang berbeda.

a.       lampu spot lensa konveks

1.      lensa 20 cm 1000-2000 watt

2.      lensa 9 cm 500-1000 watt

3.      lensa 7,5 cm 250-400 watt

b.      lampu spot lensa step (fresnell)

1.      lensa 21/24 cm 5000 watt

2.      lensa 12,5/18 cm 2000 watt

3.      lensa 12 cm 1000-2000 watt

4.      lensa 9 cm 250-750 watt

5.      4,5 cm 100 watt

c.             1. 18 cm 300-5000 watt 10-120 beam

2.      12 cm 1000-2000 watt 20-240 beam

3.      12 cm 250-750 watt 15-180 beam

4.      18 cm 250-750 watt 26-340 beam

5.      18 cm 300-5000 watt 10-450 beam (lihat lampiran)

Sarana Pengendali Lampu

Sarana pengendali lampu pada dasarnya terdapat empat hal penting, yaitu

1.      intensitas

Untuk mengendalikan cahaya lampu dari terang ke gelap atau gelap ke terang biasanya dipergunakan alat yang disebut dimmer. Dengan alat ini, masing-masing satuan lampu yang diapsang di atas pentas dapat dikendalikan mulai dari pencahayaan penuh, perlahan-lahan surut, sampai mati sama sekali, dan sebaliknya. Yang menentukan intensitas cahaya lampu pentas selain dimmmer juga kekuatan lampunya (watt-nya) dan dimensi dari perumahan lampu itu.

Seorang penata cahaya dapat mengatur intensitas paling tinggi yang diperlukan bagi masing-masing daerah panggung yang dikehendaki pencahayaannya. Tiap-tipa saluran dimmer dapat digunakan untuk memberi keseimbangan intensitas cahay tersebut dari setiap sumbernya. Secara ideal diharapkan bahwa skeneri (suasana gerak-gerik di atas pentas) setiap adegan dapat dihasilkan dari pencahayaan masing-masing sumbernya. Adegan berikutnya mungkin akan terdiri dari hasil pencahayaan yang berbeda susunan intensitasnya meskipun sering dipergunakan dalam asluran dimmer yang sama.

Sumber : http://endonesa.wordpress.com/2008/09/08/tata-cahaya/

Posting by suci rahma donna . XI.MM3

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s